Jadi Ikhwan Harus GANTENG

CAUTION!!!JUST FOR IKHWAN…!!!!

Sebagai seorang jundi da’wah islam dalam keorganisasian ROHIS, seorang ikhwan itu harus GANTENG. Afwan,,ganteng disini,,bukan berarti ganteng dalam penampilan,,,tapi,,,,

Dah biar lebih jelasnya kita simak aja bareng bareng…khey???

1. (G) Gesit dalam da’wah

Sebagai Seorang ikhwan,,kita harus gesit dalam berda’wah,,,jangan lola,,telmi,,,dan sebagainya,,,knpa???sebab,,,bila kita lambat,,lola,,telmi dsb,,objek dan partner da’wah kita bakalan kesel juga sama kita,,terutama akhwat ( afwan kalo ada akhwat yang baca,,,^_^),,,biasanya,,akhwat tuh paling benci sama ikhwan yang lambat dan lola,,,apalagi kalo udah menyangkut masalah acara,,,akhwat tuh pengennya cepet” aja,,paling males sama ikhwan yang lambat,,,

Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.

2. (A) Atensi pada jundi dan objek da’wah

seperti yang temen” tau,,,atensi itu artinya adalah perhatian,yakni memperhatikan para jundi/aktifis lain dan juga objek da’wah kita,,jangan sampe,,mereka ngerasa g diperhatiin sama kita,,dan akhirnya,,mereka bakal ninggalin kita,,tapi….Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum.bukan perhatian yang berlebihan,,,terutama kalo perhatian untuk akhwat,,,kalo kita memberikan perhatian lebih kepada mereka,,,ditakutkan bias menjadi fitnah bagi kita pada khususnya dan ROHIS pada umumnya,,jadi,,hati” dalam memberikan perhatian….

Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.

3. (N) No reason, demi menolong

Maksudnya adalah,,dalam menolong ,,,kita g perlu banyak alasan,,demi menolong sesame aktifis,,apa salahnya kalo kita menolongnya,,,jangan cari” alasan untuk lari dari permintaan pertolongan orang lain,,,usahakan,,bila ada seseorang yang meminta tolong kepada kita,,,kita langsung menolongnya tanpa mencari-cari alasan untuk menghindar darinya,,,karena Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki olah aktivis.

Contoh kurangnya rasa menolong seorang ikhwan adalah sebagai berikut :

Pada suatu acara,,,yakni ketika ROHIS ingin mengadakan suatu acara PHBI,,,pastinya harus dekorasi tempat terlebih dahulu,,,para aktifis ROHIS pun semua berkumpul di tempat tersebut untuk mendekor tempat tersebut,,,suatu ketika sebelum mulai mendekor tempat,,,pastinya harus dibersihkan dahulu,,,dan sang akhwat pun meminta kepada ikhwan “R” agar mengambilkan air untuk mengepel tempat tersebut,,,akan tetapi si ikhwan R menolaknya dengan beralasan dia sedang memikirkan konsep untuk dekor aula,,dan walhasil,,,sang akhwatpun kesal dan akhirnya dia mengambil air sendiri dengan wajah yang penuh kekesalan,,,,,

4. (T) Tanggap dengan masalah
Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Seorang ikhwan yang hebat,,,bisa cepat tanggap dalam keadaan apapun,,baik dalam keadaan normal,,ataupun darurat,,,bila ada suatu masalah yang tiba” terjadi begitu saja,,dia langsung tanggap dan kemudian menangani masalah tersebut,,jangan pernah seorang ikhwan,,bila ada suatu keadaan darurat,,,hanya bisa diam diri dan menunggung hasilnya saja,,,akan tetapi,,langsung tanggap dengan masalah tersebut kemudian menyelesaikannya.

Misalkan,,suatu ketika saat akan mengadakan acara tabligh akbar,,,segalanya sesuatunya sudah dipersiapkan dengan matang,,mulai dari acara,,pengisi acara,,,peserta,,tempat,,waktu acara dan lain-lain,,poko’nya tingal action aja dah,,,tiba-tiba,,,ada seorang kru yang datang memberikan informasi kepada ikhwan “R”,,kru tersebut menginformasikan kepada ikhwan R,,bahwa aula yang tadinya sudah dikonsepkan untuk menjadi tempat acara,,,tiba” dilarang oleh guru untuk mengadakan acara di lapangan tersebut ,karena lapangan akan digunakan oleh guru untuk mengadakan acara,,,dan karena ikhwan R tersebut ikhwan yang tanggap dengan masalah,,dia langsung berpikir cepat,,,dan mendapatkan ide yang kemudian dibicarakan kepda panitia agar mengganti tempatnya di aula saja,,,dan acarapun berjalan dengan lancar….

Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. suatu ketika,,,di saat acara PHBI sedang berlangsung,,,sang ikhwan “R” di panggil oleh akhwat,,,akhwat itu memberitahukan kalau ustadz yang harusnya mengisi acara,,akan datang telat,,,akan tetapi,,sang ikhwan malah kebingungan,,dan bengong,,hanya mengeluarkan kata”hhhhmmmm……….gimana ya???…..hhmmmm…menurut ukhti gimana ( ye,,,die malah balik nanya,,,gubrak!!!!)

Ya begitulah,,contoh ikhwan yang g tanggap,,bukannya memperbaiki suasana,,malah merusak suasana,,,,

5. (E) Empati
Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.

sebuah kisah tentang kurangnya rasa empati ikhwan,,,suatu ketika saat diadakan share bersama antar pengurus” tertinggi ROHIS,,,sang akhwat kemudian mengeluarkan isi hatinya,,,kalau temannya tercinta anggap saja ukhti A,,,dia sedang dilanda VMJ ( Virus Merah Jambu ),,sang akhwat kemudian menanyakan solusi kepada ikhwan R,,akan tetapi,,,karena kurangnya empati dari ikhwan R,,dia hanya menjawab dengan ringannya “ biarin aja,,,nanti juga sadar sendiri,,g usah dipikirn”,,,jawaban yang sungguh menyakitkan hati,,,padahal sang akhwat menanyakan dengan serius hal tersebut,,,akan tetapi,,ikhwan R hanya masa bodo,,karena kurangnya rasa empati pada dirinya,,,

(N) Nahkoda yang handal
Laki laki / ikhwan adalah pemimpin. Atau bisa juga disebut nahkoda di bumi ini,,terutama di ROHIS,,,ikhwan adalah orang yang mengarahkan para aktifisnya,,baik sesama ikhwan maupun akhwat,,kepada jalan yang benar,,,membimbing mereka,,dan memimpin mreka,,,tak salah,,kalu di sekolah,,,ikhwanlah yang memegang jabatan KERIS ( Ketua Rohis ),,bukan akhwat,,,

tapi,,,kalau ikhwan yang tidak bisa menjadi nahkoda di dalam ROHIS,,yang tidak mampu memimpin dan membimbing rekan”nya kepada kebaikan,,,mending jadi KAPUT ( Ketua Keputrian ) aja sana……hehe….^_^

7. (G) Gentle
sebagai seorang ikhwan,,,kita harus menjadi Gentleman,,,,yang bersikap,,ya seperti laki-laki,,yang mampu menjadi pemimpin bagi wanita,,menjadi orang yang bijak,,,yang tegas,,dan juga pemberani,,,sebagai ikhwan,,kita harus berani menghadapi segala permasalahan yang terjadi,,,jangan pernah takut,,,dan jangan bersembunyi dari masalah,,,

contoh,,,ketika sedang acara buka puasa bersama,,,sang ikhwan R pergi ke tempat akhwat” berkumpul untuk menanyakan apakah konsumsi sudah siap atau belum,,,

ketika sesampainya ikhwan R tersebut di dapur,,,kemudian dia langsung menanyakan kepada akhwat tersebut tentang masalah konsumsi,,,ketika sedang asiknya berkomunikasi,,,tiba-tiba lewatlah seekor makhluk yang sudah tidak asing lagi bagi kita,,itulah “kecoa”,menghampiri ikhwan dan akhwat tersebut,,,sang akhwat spontan terkejut,,,dan meminta ikhwan R unutk membunuh atau memindahkan kecoa tersebut,,,akan tetapi,,,sang ikhwan enggan melakukan perintah sang akhwat,,lantaran ikhwan tersebut juga takut dengan kecoa,,

karena saking kesalnya,,,sang akhwat mengambil codet,,,dan memukulkannya ke kecoa tersebut sampai mati,,,dalam hatinya yang penuh rasa takut dan kesal,,,dia berdoa “ Ya Allah,,,hamba mohon ya Allah,,agar engkau tidak memberikan jodoh kepada hamba yang seperti ikhwan ini…..”

kyahahah,,,ikhwan ko’ takut ma kecoa….jadi akhwat aja deyh,,,hehe,,,,^_^

ya sekian tulisan dari saya,,,lantaran tangan dah pegel,,,mata dah sayup,,,pala dah puyeng,,,lantaran kegitan PSG yang cukup melelahkan,,,dan masih puyeng mikirin masalah TA yang belom kelar”,,,serta,,mikirn anak” yang pada futur,,terlebih,,,mikirin dompet yang makin tipis,,lantara belom gajian…..T_T..ya saya akhiri saja,,,,

dan saran dari saya kepada ikhwan”,,agar bisa menjadi ikhwan yang GANTENG,,,,dan mendapatkan ridho Allah SWT….

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: