Indahnya Perbedaan

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Keindahan bukan terwujud dari persamaan warna kulit, ras, bentuk,
bahasa, dan yang lainnya. Melainkan terwujud karena adanya perbedaan
yang diikat dengan hati yang bersih.

Dapat kita rasakan bersama, negeri kita sedang diuji. Tidak dipungkiri
perbedaan SARA, melahirkan perbedaan keinginan. Lahirnya
tindakan-tindakan yang jauh dari kebijaksanaan, emosional yang
melahirkan perbuatan yang anarkis, bahkan tak sedikit dari kita yang
saling menggunjing. Na’udzubillah. Padahal kalau kita selami, semuanya
sungguh tidak berbeda, karena kita sama-sama ciptaan Allah SWT.

Tidak ada yang salah dari perbedaan. Hal yang menjadi masalah ketika
kita tidak bisa menyikapi perbedaan yang ada. Bukankah Allah
menciptakan keindahan dari perbedaan yang ada? Dan bukankah perbedaan
adalah rahmat? Lantas mengapa negeri kita harus tercabik-cabik satu
sama lain hanya karena adanya perbedaan? Sadarilah, negeri kita sakit
bukan karena perbedaan, tetapi karena kita belum terbiasa menyikapi
perbedaan.

Oleh karena itu, mari kita kaji rumusan sederhana yang mudah-mudahan
dapat menjadi solusi dalam menyikapi perbedaan yang ada. Rumusan
tersebut dapat dikenal dengan 5 M, yaitu menyadari, memahami,
memaklumi, memaafkan, dan memperbaiki.

Pertama dan utama adalah sikap meyadari. Kita harus menyadari bahwa
perbedaan itu ada, bahkan harus ada. Keindahan akan tampak ketika kita
menyadari bahwa kita hidup dalam keberagaman, baik bahasa, ras, maupun
agama. Seperti halnya tangkai bunga, terlihat lebih indah jika bunga
itu kaya dengan aneka warna.

Dengan adanya kesadaran bahwa kita hidup tidak sendiri, maka akan
terlahir sikap untuk saling memahami, memaklumi akan perbedaan. Begitu
pun ketika kita dihadapkan pada perbedaan keinginan, yang sering kali
memunculkan ketersinggungan- ketersinggungan.

Untuk itu, diperlukan sikap saling memaafkan. Terakhir sikap
memperbaiki. Kadang perbedaan tidak selalu baik, tidak sejalan dengan
yang kita inginkan. Di sinilah diperlukan kemauan keras dari diri
sendiri untuk bersama-sama memperbaiki, bukan menyalahkan.

Indahnya perbedaan akan terasa jika datang dari hati yang tenang,
bersih, dan selamat. Hati yang kotor yang dipenuhi iri, dengki, dan
buruk sangka dapat dipastikan akan melakukan perbuatan-perbuatan
tercela yang justru dapat merusak persaudaraan. Jika sesama muslim
saja saling berburuk sangka, iri, dengki, bagaimana mungkin akan
tumbuh nilai-nilai persaudaraan yang indah?

Untuk itu, saudaraku, sudah saatnya bagi kita untuk mulai merenungi
sejauh mana kita menyikapi setiap perbedaan dengan hati yang bersih.
Dan sudah seberapa kuatkah tekad kita untuk merajut ukhuwah hingga
tercapai indahnya persaudaraan.

Sumber : Buletin Sakinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: