Hukum Bermadzhab

Pentingnya bermazhab

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “Mazhab”….
Mazhab????Apaan Tuch….???
Mazhab itu adalah kumpulan aturan-aturan islam yang dibuat oleh para imam mazhab dari hasil ijtihadnya….
Trus Ijtihad Itu Apa????
Secara bahasa Ijtihad artinya bersungguh-sungguh. Secara syar’I artinya kegiatan yang dilakukan oleh para mujtahid untuk menggali suatu hukum syar’I berdasarkan dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang ada di Al-Qur’a dan Al-Hadits.
Trus Mujtahid itu Apa????
Mujtahid adalah orang yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu untuk menentukan suatu hukum syar’i.
Emangnya, syarat-syaratnya apa aja sih….????
Syarat-syaratnya :
 Menguasai Bahasa Arab ( Nahwu dan Sharaf )
 Mengerti Tafsir Al-Qur’an dan asbabun nuzul nya ( sebab-sebab turunnya wahyu )
 Mengerti Sunah ( Hadits ) serta asbabul wurudnya ( sebab-sebab dikeluarkannya suatu hadits)
 Hafal Al-Qur’an dan tafsirnya
 Hafal Minimal 100 Ribu Hadits
 Mengetahui Aqidah dan niat yang benar
Nah……..Udah tau kan syarat-syaratnya?????wah susah banget yah syarat-syaratnya……..Ya iya Lah….Masa Ya Iya donk….secara gitu….duren dibelah bukan dibedong…..hehe
Makanya….kita g bisa berijtihad sendiri, karena kita belum memenuhi syarat-syarat tersebut ( ya jelas lah….)
So, karena kita belum bisa berijtihad sendiri, makanya disini kita diwajibkan untuk bermadzhab…
Trus kalo misalnya kita pindah-pindah madzhab gimana???boleh g sich..???
Nah, ini dia,,,,salah satu bagian yang kita sering “ Missunderstanding “
Berpindah-pindah madzhab tentunya boleh saja sesuai situasinya,,,dan itu ada syarat-syaratnya….
Maksudnya????
Misalnya nih,,,kita bermadzhab syafi’I, trus kita thawaf di Ka’bah…kan kalo menurut mazhab syafi’I, bersentuhan kulit dengan yang bukan muhrimnya bisa membatalkan wudhu…dan kalo kita lagi thawaf, kan kita bakalan batal wudhunya lantaran bersentuhan kulit dengan wanita yang bukan muhrimnya….n g mungkin kan kita bolak-balik Cuma untuk ngambil wudhu…nah maksud situasi tertentu dan syarat-syaratnya kayak gini……
Tapi, kita g boleh memilah-milah dalam ajaran madzhab, dalam artian, kita memilih seenaknya, bagian yang menurut kita enak….
Seperti dalam contoh cerita di bawah ini,,,,simak baik-baik ya…????
Suatu hari, ada dua orang sahabat, namanya Rahmat dan Fahmi. Mereka berwudhu bersama, lalu sholat dhuha bersama. Dan kemudian mereka pergi ke rumah Rahmat dengan naik bis. Di dalam bis, mereka berdesak-desakan karena bis tersebut penuh, di dalam sana kulit fahmi bersentuhan dengan kulit wanita yang bukan muhrimnya. Sesampainya di rumah rahmat, mereka shalat tanpa berwudhu lagi.
Maka Rahmat bertanya kepada Fahmi.” Mi, ente g wudhu lagi?”
Fahmi pun menjawab “ ane bermadzhab Maliki! “
Lalu rahmat balik bertanya “ tadi kita berwudhu bersama, ane liat, cara wudhu ente adalah cara wudhu mazhab Syafi’i. Ente wudhu secara syafi’I, tapi shalat secara maliki, maka sekarang shalat ente g sah menurut mazhab maliki karena wudhu ente g menggosok wajah dan shalat ente juga ga sah menurut mazhab syafi’I karena wuhdu ente udah batal lantara tadi bersentuhan dengan wanita non muhrim!”

Dalam cerita ini, Fahmi memilah-milah seenaknya, mana yang menurut dia enak..Nah, situasi ini yang g boleh….
Selain itu, di padang mahsyar nanti, kita bakal dikumpulkan bersama imam mazhab yang kita anut. Nah Kalo seandainya kita pindah-pindah mazhab, seperti dalam cerita tadi ikut mazhab syafi’I dalam hal lain ikut mazhab maliki, nanti di padang mahsyar kita mau ikut barisan imam siapa???
Mau ikut imam syafi’I, tapi Imam syafi’I akan berkata “ kamu bukan merupakan golongan dari barisanku, karena waktu itu kamu berpindah ke mazhab maliki!”
Trus pas kita mau ikut barisan Imam Maliki, dia akan mengatakan hal yang sama seperti imam syafi’i….so kita mau ikut barisan siapa????hayo…..bingung kan….????
Nah dari sini kita bisa ambil kesimpulan, bermazhab awalnya hukumnya tidak wajib, tapi lantara kita belum memenuhi syarat untuk berijtihad, maka bermazhab menjadi wajib bagi kita…dan dalam hal berpindah mazhab, sebenarnya diperbolehkan sesuai dengan situasi dan asalkan kita bukan bermaksud untuk memilih-milih mana yang menurut kita enak….
So, udah tau kan masalah mazhab????nah,,,,,sekarang kita harus hati-hati dengan fikrah yang menyebar tentang mazhab……
Semoga bermanfaat buat temen-temen……..

One Response

  1. You post interesting content here. Your website deserves much more visitors.
    It can go viral if you give it initial boost,
    i know very useful tool that can help you, simply type in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: