Syariat Islam yang Membawa Keadilan

Dua tahun lebih, Zubaedah dan Pari Gul berjuang untuk mendapatkan warisan peninggalan sang ayah lewat pengadilan. Namun, perjuangan kedua wanita itu tak pernah membuahkan hasil. Seolah-olah tak ada harapan lagi bagi keduanya untuk mendapatkan hak waris. Setelah diberlakukannya syariat Islam, kedua warga Lembah Swat–sebuah wilayah administratif di Provinsi Perbatasan Barat Laut (NWFP), Pakistan, itu akhirnya bisa tersenyum. Beberapa waktu lalu, masyarakat yang tinggal di wilayah yang berjarak 160 kilometer dari Islamabad, ibu kota Pakistan, hidup dalam suasana baru di bawah lindungan syariat Islam. ”Kami sekarang sangat bahagia karena telah mendapatkan keadilan meskipun terlambat,” tutur Zubaedah (25 tahun) sembari tersenyum. Berkat proses peradilan yang menerapkan syariat Islam, kedua wanita kakak-beradik itu akhirnya mendapatkan warisan peninggalan ayah mereka. Sebelum Pemerintah Pakistan dan Taliban yang menguasai wilayah itu bersepakat menerapkan syariat Islam, kedua wanita itu berseteru di pengadilan melawan saudara laki-laki mereka untuk mendapatkan hak waris. Untunglah, pada 16 Februari 2009 lalu, syariat Islam diberlakukan secara resmi di wilayah itu. Berdasarkan kesepakatan, dua pengadilan banding syariah akan memegang kekuasaan atas keadilan di daerah Malakand, temasuk daerah Lembah Swat. Seluruh hukum yang bertentangan dengan syariat Islam akan dihapus. Hukum syariat akan diterapkan pada sistem hukum peradilan. Berkat aturan itulah, kini kaum Hawa yang menetap di Lembah Swat dan Malakand tak akan kehilangan hak warisnya lagi. “Dulu, kami telah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan hak kami, tapi tak pernah berhasil,” tutur Zubaedah. Padahal, keduanya telah menggunakan jasa pengacara. Begitu pengadilan syariah berdiri, keduanya langsung mendatangi hakim di Mingora, ibu kota Lembah Swat. ”Sekarang, kami tak perlu lagi pengacara. Saya tinggal menulis pendaftaran yang sederhana dan mengajukannya kepada Qazi (hakim),” ujar Zubaedar berkisah. Hanya dalam hitungan empat jam, kata dia, keputusan telah ditetapkan. ”Sungguh di luar dugaan, awalnya saya benar-benar tak percaya,” paparnya seperti dikutip Islamonline.net. Dengan sistem hukum yang baru itu, pengadilan syariah telah hadir di kota-kota yang berada di NWFP, seperti Swat, Dir, Chitral, Kohistan, dan wilayah lainnya. Pengadilan syariah juga menetapkan batas waktu yang jelas dan tegas dalam menangani setiap perkara. Kasus-kasus sipil akan diputuskan paling lama enam bulan dan kasus kriminal sudah diputuskan dalam waktu empat bulan. Syariat Islam yang diberlakukan di Lembah Swat bukanlah hal yang baru. Ketika Lembah Swat masih menjadi negara bagian yang independen, syariat Islam telah diberlakukan. Namun, ketika penguasa militer Jenderal Yahya Khan mencabut status independen wilayah itu, penerapan syariat Islam pun akhirnya berakhir pada tahun 1970. Hadirnya syariat Islam telah membawa keadilan bagi Zubaedah dan kakak perempuannya. Tak perlu lagi biaya mahal untuk memperjuangkan hak di pengadilan karena kini tak perlu lagi pengacara. Zubaedah dan Pari Gul pun bisa tersenyum dengan cek sebesar 7.000 dolar AS di tangan mereka. Selama dua tahun lalu, Lembah Swat sempat menjadi surga pariwisata di Pakistan. Daerah ini sering dikunjungi turis asing dan lokal sebagai tempat ski air atau lokasi dingin untuk berwisata ketika terjadi musim panas yang menyengat. Namun, kawasan barat laut ini jatuh pada situasi kerusuhan ketika ulama Maulana Fazlullah memulai kampanye untuk menerapkan hukum syariah model Taliban sehingga menimbulkan ribuan orang melarikan diri dan semakin menderita setiap harinya. Guna meredam aksi kekerasan, syariat Islam pun akhirnya diberlakukan di wilayah itu. Hasilnya, tak sia-sia. Masyarakatnya telah mendapatkan keadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: