Jilbab Jilbab yang Terhijab

…Lihatlah beribu jilbab
Lihatlah gejala alam
Mungkin belum sepenuhnya merupakan gejala kesadaran manusia, tapi siapa berani meremehkannya?
Lihatlah, apakah kau tahu mereka ini generasi jilbab dari jaman apa?

(Emha Ainun Nadjib, Tahajjud Cinta)

Jilbab semakin menjadi trend tak terbantahkan. Semakin marak dan begitu mudah untuk menemukan penggunanya. Di pasar, di dalam bus, di rumah sakit, di kampus dan ditempat umum sampai ke kantor-kantor. Apalagi di daerah-daerah yang perintah berhijab didukung dengan pemberlakuan aturan pemakaian jilbab bagi muslimah. Tentu lebih tidak asing lagi untuk menyaksikan jilbab-jilbab begitu leluasa dengan warna dan model yang beraneka ragam.

Pemahaman yang beragam menjadikannya suatu perintah agama dengan interpretasi yang bervariasi. Mulai dari jilbab yang sekedar menutup kepala seadanya sampai pada jilbab panjang dan lebar. Bahkan tidak sedikit juga yang memakai penutup muka hingga kelihatan hanya mata. Beragam memang. Belakangan muncul istilah istilah model pemakaian jilbab. Jilbab cafe, jilbab putus asa, jilbab maimunah dan lain-lain. Bahkan tak jarang juga yang dilabeli dengan nama selebriti di belakangnya.

Jilbab bukanlah asesoris yang aturan pemakainya sesuai dengan selera pemakainnya. Ia juga buka sekedar kain panjang segi empat penutup tubuh. Jilbab tidak cukup hanya sekedar simbol eksistensi peradaban apalagi budaya. Jilbab merupakan identitas pembeda antara muslimah dengan yang lain. Padanya ada jaminan perlindungan dari Rabb. Dengan jilbablah ekpresi kebebasan yang sesungguhnya. Kemerdekaan untuk mengejawantahkan aqidah dan keyakinan sepenuh jiwa. Tanpa harus terkungkung dan terhijab oleh aturan-aturan dunia yang mengekang.

Dengan jilbablah kaum perempuan menunjukkan seksistensinya secara gamblang dan lugas. Bahkan dengan jilbab itu pula kaum perempuan bisa mengekspresikan kebebasannya Menjadi etitas yang bebas karena berpijak dan menghambakan diri secara utuh kepada Rabb semesta alam. Membebaskan dirinya dari pengekangan hawa nafsu dan pandangan dunia.

Inilah kebebasan yang sesungguhnya. Kebebasan yang dilandasi nilai-nilai izzah dan kehormatan diri dengan dimensi yang jelas. Berbeda jauh dengan kebebasan yang diperjuangkan oleh kaum feminis yang kental dengan semangat duniawi. Menuntut kesetaraan, melupakan fitrah, mengangkangi kodrat.

Pemko Pro Hijab

Mengembirakan memang. Perarturan pemerintah daerah kota Padang patut di berikana acungan jempol. Sebuah kebijakan yang dilandasi kecerdasan melihat persoalan. Setidaknya pada gejala kematian perasaan berpakaian sehingga tetap dalam penjagaan kemuliaan. Tidak hanya untuk kaum perempuan. Tapi juga untuk kemuliaan zaman. Karena zaman ini akan tetap dihuni oleh manusia laki-laki dan perempuan. Sampai datang ketetapan dari Rabb sekalian alam bahwa roda zaman segera dihentikan..

Jilbab bukan asesoris yang aturan pemakainya sesuai dengan selera pemakainnya. Ia juga buka sekedar kain panjang segi empat penutup tubuh. Jilbab tidak cukup hanya sekedar simbol eksistensi peradaban apalagi budaya. Jilbab merupakan identitas pembeda antara muslimah dengan yang lain. Padanya ada jaminan perlindungan dari Rabb. Dengan jilbablah ekpresi kebebasan yang sesungguhnya. Kemerdekaan untuk mengejawantahkan aqidah dan keyakinan sepenuh jiwa. Tanpa harus terkungkung dan terhijab oleh aturan-aturan yang mengekang. Agamalah yang berhak mengekang dan menawan para penganutnya. Dengan rahman dan rahim-Nya. Sehingga agama mengatur manusia bukan diatur manusia.

Menutup aurat dan jilbab bagi perempuan tidak perlu ada dikotomi lagi. Ketika dibahasakan menutup aurat, maka itu harus dimaknai dengan berjilbab. Dan ketika di bahasakan berjilbab iapun harus diartikan dengan menutup aurat. Bagi muslimah, memakai jilbab berarti menutup aurat dan menutup aurat artinya berjilbab. Sehingga kalau belum menutup aurat maka itu bukanlah berjilbab. Kelayakan untuk melaksanakan sholat dengan jilbab yang dipakainya adalah parameter sederhana untuk meyatakan seseorang muslimah menutup aurat atau tidak. Muslimah yang memakai jilbab secara benar tentulah bisa sholat dengan pakaiannya itu. Akan tetapi ketika ada keraguan untuk kelayakan sholat dengan pakaian yang dikenakannya bukan lantaran najis maka itu bisa dinilai pemakaian jilbabnya perlu diperbaiki.

Jilbab sebagai identitas muslimah harusnya tidak lagi mendapat halangan dalam memakainnya. Ia bukan asesoris yang pemakaiannya sesuai dengan selera masing-masing. Akan tetapi agama telah mengatur bagaimana seharusnya. Sehingga perlu memberikan ruang yang besar kepada muslimah untuk melaksanakannya ajaran agamanya secara total. Tuntutan dan aturan yang saklek apalagi berseberangan dengan aturan Allah SWT tentunya dinilai sebagai pengekangan sekaligus pelecehan terhadap kebebasan beragama yang tidak perlu terjadi.

Dengan jilbablah kaum perempuan menunjukkan seksistensinya secara gamblang dan lugas. Justru dengan jilbab kaum muslimah mendapat jaminan perlindugan dari Rabbnya. Bahkan dengan jilbab itu pula kaum perempuan bisa mengekspresikan kebebasannya dalam menjalankan agama sekaligus kebebasannya sebagai manusia. Menjadi entitas yang bebas karena berpijak dan menghambakan diri secara utuh kepada Rabb semesta alam. Bukan kepada manusia. Kalaupun kepada manusia, maka itu tidak boleh bertentangan dengan aturan kebebsan diatas kebebasan penghamabaan kepada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian muslimah menjadi terbebas dari pengekangan hawa nafsu dan pandangan dunia.

Inilah kebebasan yang sesungguhnya. Kebebasan yang dilandasi nilai-nilai kehormatan diri Dengan dimensi yang jelas. Berbeda dengan kebebasan yang diperjuangkan oleh kaum feminis yang kental dengan semangat duniawi. Menuntut kesetaraan, melupakan fitrah, lintas gender.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: