Cerpen Perjalanan mujahid menjaga cahaya (part 2)

suasana hening merebak menyelimuti dunia. Langit yang cerah, kini terlihat hitam kelam. Matahari yang setia menampakkan senyum manisnya, kini tertidur lelap dalam keheningan abadi. Hanya ada bulan yang tersenyum sinis, dengan ditemani kemerlap bintang yang selalu setia di sisinya. Aktifitas pun terhenti, hanya mata-mata yang haus akan khayalan yang Nampak memenuhi bumi. Begitu sepi, hanyalah hembusan angin malam yang membisik hati.

3 mujahid pun tetap gagah menahan kantuk yang mengolok-olok dirinya. Semangat mereka, seakan menghancurkan kantuk yang menerpa. Mata mereka bercahaya, dengan dikelilingi kobaran semangat yang membara.

Dengan antusias mereka menyusun rencana untuk petualangan hebat yang akan mereka hadapi esok harinya. Begitu kompak, layaknya kumpulan lebah yang solid dalam mempertahankan ratu mereka. Lalu, mulailah dialog-dialog yang terjadi di antara mereka

“ huh!! Pusing neh gw, alamat blom tau,,tapi besok dah harus pergi survey….bisa-bisa,,,kita nyasar neh..” seru ansy dengan wajah yang kusut, karena memang, dari tadi sore,,mereka belum sempat istirahat. Ya pastilah, abis pulang dari syuro,,langsung pulang ke rumah,,itupun Cuma numpang napes doank sama absen ke ortu mereka.

Mereka semua bener-bener lagi kebingungan. Belum ada persiapan, tapi besok udah harus berangkat survey. Tempat aja belum tau… gimana mau kesana. Pokoknya,,bener-bener kacau dah pikiran mereka saat ini.

Tiba-tiba abdul teringat sesuatu. Dan langsung aja dia kasih tau ke temen-temennya tersebut.

“ oh iya, gw inget. Ri,tadi kta lo, bokap lw tau jalan, coba Tanya aja sama bokap lw. Gimana? “

Seketika suasana yang tadinya tegang, langsung berubah jadi rame. seakan-akan, sebuah teka-teki untuk menemukan harta karun sudah ditemukan. Pokoknya, rame banget dah,,

“ et dah,,bukannya daritadi kasih tau kita-kita, malah baru sekarang kasih taunya…gimana sih lo dul…” sambut ansy dengan nada agak mengejek dan agak menyanjung. Kasian juga si abdul, padahal udah cape-cape mikir buat nyari jalan keluar, pas udah dapet, eh malah dimarahin temen-temennya.

“ lo bukannya terima kasih ma gw,,udah cape-cape gw mikir, sampe botak tuh pala zidan.eh malah dimarah-marahin. Tau gitu mending gw diem aja dah” balas abdul membalas ejekan ansy. Tapi jangan salah sangka, abdul g marah sama sekali lw,,ya maklum lah,,namanya juga becanda..

Tanpa basa basi, fahri langsung pergi ke bawah ninggalin mereka buat nanyain ke bokapnya langsung. Saking cepatnya, sampe-sampe tangga rumahnya kedengeran sampe atas. Maklum, si fahri emang oranngya ga suka basa-basi, dan kalo udah action, begh,,,cepet banget….!!!

Begitu sampai di bawah, di cari-cari bokapnya, di dapur, ruang makan, dan akhirnya fahri menemukan sesosok makhluk bertubuh besar dan tinggi. Tak lain tak bukan, makhluk itu adalah bokapnya. Badannya yang cukup besar dan tinggi, hidung yang mancung ke dalam ( alias pesek ) dan mata yang agak besar, tiba-tiba menghadang di depan fahri. Berbeda dengan fahri yang agak kurus, tapi tinggi. Berhidung mancung sedikit dengan mata yang tergolong sipit. Fahri lebih nurunin nyokapnya dalam hal penampilan, tapi untuk tinggi badan, dia nurunin ayahnya. Langsung saja dia bertanya ke bokapnya tersbut.

“ pa, tau rute ke cibatok sama ke villa widuri ga’?” tanya fahri tanpa basa-basi kepada ayahnya tersebut. Ayahnya yang tadinya tidak tau menahu tentang masalah fahri, balik bertanya.

“ emangnya mau ngapain kesana??” Tanya ayahnya fahri. Ya namanya juga orang tua, pasti bakalan khawatir kalo anaknya pergi jauh-jauh. Apalagi untuk seorang fahri, yang kesehariannya selalu dia habiskan di asramanya.

Oh iya, fahri itu tinggal di asrama lho. Nama asramanya United Islamic Cultural Centre of Indonesia yang kalo disingkat UICCI. UICCI ini adalah sebuah yayasan yang diperuntukkan bagi murid-murid SMA/SMK yang mau belajar agama islam dan tinggal di asrama tersebut. Asrama ini dari turki lho. Jadi kalo muridnya sudah lulus, dia bisa lanjutkan belajar agama islam di Turki dan kemudian mengajarkan agama islam di Indonesia, ya di asrama-asrama itu juga. Dan fahri pun berpikiran seperti itu juga. Setelah lulus dari SMK, dia akan melanjutkan studi di Turki dan kemudian mengajarkan agama islam di Indonesia.

Selain fahri, Mario juga tinggal di asrama itu lho…bahkan, ansy dan rian juga pernah tinggal di asrama tersebut, akan tetapi mereka keluar dari asrama dengan suatu alasan tertentu. Ditambah lagi, dengan yang namanya Hasan. Kebetulan, mereka semua sekelas. Jadi kalo ada apa-apa, selalu rame-rame. bahkan ada yang nyebut mereka dengan sebutan “Power Ranger” . Dengan Hasan si ranger hijau, Mario si ranger biru, ansy si ranger merah, fahri si ranger putih, dan rian si ranger “pink” ( nah lho…??ko ranger pink??kayak ga ada warna lain aja.) why??? Karena, wajah rian yang imut dan lembut itu, serta sikapnya yang lemah lembut dan penyabar, sehingga banyak temen-temennya yang nganggep dia kayak cewe. So,,dialah si ranger pink..hehe…

Ok, lanjut ke alur ceritanya

Mendengar pertanyaan dari ayahnya tersebut, yang keliatannya agak nyindir gitu,,, ya maklum lah, fahri kan jarang keluar jauh-jauh,,jadi agak malu juga nyebutinnya. Tapi dia beraniin diri untuk jawab pertanyaan ayahnya tersebut.

“ jadi gini pa, Rohis kan mau adain acara Tafakkur Alam. Kebetulan, fahri salah satu panitianya. Dan di rapat sebelumnya, udah disepakatin kalo fahri, ansy sama abdul yang bakal survey tempat untuk acara tafakkur alam tersebut. Nah, makanya sekarang fahri mau nanya sama papa, gimana rute untuk kesananya.” Jawab fahri dengan nada agak takut-takut. Takut ayahnya ngelarang dia untuk pergi kesana, lantaran si fahri yang emang jarang keluar.

“ oh, begitu, ya udah, jadi begini rutenya” ayahnya fahri pun menjelaskan kepada fahri dan teman-temannya dengan panjang lebar. Mulai dari jalur yang di tempuh, mobil yang dinaiki, dan tak lupa, ongkos yang diperlukan untuk mencapai tempat tersebut. Ya iyalah, emangnya mau keabisan duit disana, tar ga bisa pulang lagi…

Setelah dapat informasi dari ayah fahri, mereka pun mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kesana. Mulai dari ongkos, peralatan-perlatan, dan yang ga boleh dilupakan,,,”Makanan”,,ya iyalah,,emangnya mau kelaparan disana….

Malam pun semakin larut, jam di rumah fahri menunjukkan jam 12 malam. Karena kecapean dari siang syuro dengan anggota yang lain, dan malamnya diskusi untuk petualangan besok. Ketiga mujahid itupun tertidur lelap, terbang melayang menembus alam mimpi mereka. Melupakan segala gundah dan gelisah yang menerpa sepanjang hari-hari mereka. Dan mempersiapkan jasad dan mental mereka untuk petualangan esok hari. Hari yang akan menjadi kenangan yang tak kan pernah terlupakan sepanjang hidup mereka.

Kira-kira, seperti apa petulangan yang akan mereka hadapi besok??? Baca di edisi selanjutnya>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: