Belahan Jiwa Rasulullah

Kontributor: Munzir Almusawa

Sunday, 05 April 2009

Belahan Jiwa Rasulullah SAW
Senin,30 Maret 2009

Sabda Rasulullah saw :
“Fathimah (Putri Rasul saw) Belahan jiwaku, membuatku marah apa apa yg
membuatnya marah” (Shahih Bukhari)

Alhamdulillahirabbil’alamin washolatu wassalaamu ala sayyidil mursalin wa
ala alihi washhbihi ajmain. Sebagaimana biasa kita membaca hadits Rasulullah
Saw dan kita ucapkan selamat datang kepada tamu – tamu kita, penasehat kita
Bapak KH.Ashraf Ali dan juga para habaib akramin, juga fadhilatul sayyid Al
Habib Muhammad bin Hasan Baharun matta’anallahu bihi, Al Habib Musthofa dan
para habaib lainnya.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Agung, Maha Mengagungkan dan
Memuliakan hamba – hambaNya dengan kemuliaan yang abadi. Ketika sang hamba
terpanggil untuk mendekat kehadirat ilahi maka Allah mendekatkannya dengan
kedekatan yang lebih dekat dan baginya anugerah yang abadi yang tiada
dimiliki hamba satu sama lain terkecuali Al Khaliq Rabbul Alamin Yang Maha
Memecah mecah (membagi-bagi) anugerah dan kenikmatan pada setiap hamba
hambaNya sepanjang waktu dan zaman.

Fulan bin fulan kenikmatannya, fulan bin fulan dan kenikmatannya, fulan bin
fulan dan panca inderanya, fulan bin fulan dan sekian juta huruf yang
diizinkan keluar dari bibirnya, fulan bin fulan yang diizinkan berkedip
sekian lama, fulan bin fulan yang diizinkan melihat berjuta warna. Demikian
Allah Rabbul Alamin menganugerahkan kenikmatan, yang tiada kenikmatan
melebihi limpahan kenikmatan-Nya dan jarang diingat oleh hamba-Nya bahwa
Dialah Anugerah kenikmatan dan samudera kabahagiaan. Inilah samudera
kebahagiaan, inilah cahaya Yang Maha Abadi menuntun kepada kemewahan dan
kemegahan yang kekal. Setelah jasad manusia yang indah berubah menjadi
bangkai sebagai umpan hewan di tanah, Allah masih memuliakan ruhnya mencapai
kemuliaan yang lebih agung daripada kehidupan dunia. Mereka di dalam
kemuliaan karena mereka termasuk dalam kelompok yang memuliakan Allah, jalan
Allah “ja’alanallahu wa iyyakum ninhum”(semoga Allah menjadikan aku dan
kalian bersama mereka) Kau jadikan (wahai Allah) aku dan kalian setiap
nafasku dan nafas kalian yang selalu memuliakan dan dimuliakan Allah.

Jika kita terjebak didalam dosa dan kesalahan maka pengaduan adalah hanya
kepada-Nya. Pengampunan dosa hanya Milik-Nya, penghapusan dosa adalah
dari-Nya. Diriwayatkan didalam riwayat Annasai “yabna aadam innaka maa
da’autanii wa rojautanii ghofartu laka ‘ala maa kaana minka falaa ubaaliiy”
wahai keturunan Adam, jika kau berharap kepada-Ku dan kau berdoa kepada-Ku.
Apa manfaatnya aku berdoa kepada-Mu wahai Rabb..? sebelum kita bertanya dan
diijabah atau tidak oleh Allah doa itu, Allah telahmemberi janji “yabna
aadam innaka maa da’autanii wa rojautanii ghofartulaka ‘ala maa kaana minka
falaa ubaaliiy” kau yang rajin berdoa dan berharap kepada-Ku, Ku-hapus dosa
kalian tanpa Ku-pertanyakan lagi. Riwayat Musnad ahmad ini tentunya
diperkuat oleh belasan ayat riwayat Shahih Bukhari bahwa Allah Swt
menghapuskan dosa – dosa hamba-Nya dengan amal perbuatan baik bahkan dari
firman Allah.

Ketika seorang pria datang kepada Sang Nabi saw “…ya Rasulullah?” aku sudah
banyak berbuat dosa – dosa, dosa, dosa dan dosa, bagaimana caraku menghapus
dosa ini? Sang Nabi saw diam, Allah yang jawab. Menunjukkan keinginan untuk
menghapus dosa, keinginan untuk dekat kepada Allah, keinginan untuk jauh
dari hal yang hina kepada Allah, bukan dijawab oleh Sang Nabi saw namun
dijawab oleh Allah. Allah menjawab “minal hasanah yuhyib ma.. ”. Alangkah
indahnya jawaban-Mu Rabbiy. Allah menjawab “sungguh perbuatan pahala
menghapus dosa – dosa”, indah sekali. Kalian ingin dosa kalian terhapus
pada-Ku? Perbanyak berbuat baik pada-Ku, Ku-hapus dosa – dosa kalian. Indah
sekali Yang Maha Indah dan memang tidak ada yang lebih indah daripada Allah.
Kalau kita renungkan, ayat ini tidak memerintahkan untuk taubat tapi lebih
dari taubat. Menunjukkan Allah itu sangat ingin dekat kepada si pendosa yang
ingin menghapus dosanya. Allah sangat ingin dekat kepadanya.

Kenapa tidak Allah katakan ia bertaubat, selesai, hapus dosanya, tidak
begitu. Allah katakan “innal hasanaat yudzhibnassayyi’at” perbuatan baik itu
menghapus dosa – dosa. Maksudnya apa? Allah ingin ia banyak beramal baik.
Kenapa ia harus beramal baik? Sedangkan Allah bersabda : hamba- hamba-Ku
jika berkumpul kalian jin dan manusia yang pertama dan terakhir semuanya
bertaqwa dengan ketaqwaan kepada-Ku, Kerajaan-Ku tidak bertambah sedikit
pun, hamba-Ku jika kalian ini semua jahat, jin dan manusia yang pertama dan
terakhir semuanya jahat, tidak berkurang Kerajaan-Ku sedikit pun (Shahih
Muslim). Lalu apa gunanya kebaikan dan kejahatan bagi Allah? Cintanya Allah,
Indahnya Allah, Mulianya Allah sampai Allah jawab “hai para pendosa, kalian
perbanyak perbuat pahala maka dosa – dosa kalian Ku-hapus”. Panggilan yang
sangat indah, “sini dekat pada – Ku maka dosa – dosa itu Ku-singkirkan”.
Demikian indahnya Rabbul Alamin.

Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari : ketika Allah
melihat salah satu bentuk, dimana Allah Swt memperlihatkan kepada hamba –
hambaNya bahwa Allah melihat semua perbuatan yang terkecil sekalipun. Maka
disaat itu datanglah tamu kepada Sang Nabi saw dan Sang Nabi saw tidak bisa
menjamunya karena tidak ada makanan. Rasul tanya pada istrinya “punya
makanan apa kita untuk menjamu tamu ini?”, istri Nabi saw menjawab “tidak
ada, yang ada cuma air”. Maka Rasul berkata siapa yang mau menjamu tamuku
ini? Satu orang anshar langsung mengacungkan tangan “ana ya Rasulullah,
ana..” aku yang menjamu tamumu ya Rasulullah. Bawa ke rumahnya, sampai
dirumah mengetuk pintu dengan keras hingga istrinya bangun. Kenapa suamiku?
kau tampak terburu – buru. “akrimiy dhaifa Rasulillah” kita dapat kemuliaan
tamunya Rasulullah. Ayoo.. muliakan, keluarkan semua yang kita miliki
daripada pangan dan makanan, semua keluarkan. Ini tamu Rasulullah bukan tamu
kita, datang kepada Rasul, Rasul saw tidak bisa menyambutya. Rasul tanya
“siapa yang bisa menyambutnya?”, aku buru – buru tunjuk tangan, ini
kemuliaan besar bagi kita. Istrinya berkata “suamiku, makanannya hanya untuk
1orang. Tidak ada makanan lagi, itu pun untuk anak – anak kita. 2 orang anak
– anak kita hanya akan makan makanan untuk 1 orang, kau ini bagaimana
menyanggupi undangan tamu Rasul? kau tidak bertanya lebih dulu? apakah kita
punya kambing, punya ayam, punya beras, punya roti, jangan main terima
sembarangan!” Maka suaminya sudah terlanjur menyanggupi “sudah kalau begitu
anak kita tidurkan cepat – cepat, matikan lampu agar anaknya tidur”. “belum
makan, suruh tidur jangan suruh makan malam, biar saja”. Ditidurkan anaknya
tanpa makan. Lalu tinggal makanan yang 1 piring untuk 1 orang, “ini
bagaimana? tamunya tidak mau makan kalau hanya ditaruh 1 piring kalau
shohibul bait (tuan rumah) tidak ikut makan karena cuma 1 piring
makanannya”. Suaminya berkata “nanti sebelum kau keluarkan piringnya, lampu
ini kau betulkan lalu saat makan tiup agar mati pelitanya, jadi pura – pura
lampu mati. Taruh piring, silahkan makan dan kita taruh piring kosong di
depan kita, tamu makan kita tidak usah makan tapi seakan – akan makan dan
tidak kelihatan lampunya gelap”. Maka tamunya tidak tahu cerita lampunya
mati, pelitanya rusak, tamunya makan dengan tenangnya, nyenyak dalam
tidurnya, pagi – pagi shalat subuh kembali kepada Rasul saw “Alhamdulillah
ya Rasulullah aku dijamu dengan makanan dan tidur dengan tenang”. Rasul
berkata “Allah semalam sangat ridho kepada shohibul bait (tuan rumah) yang
menjamumu itu” (shahih Bukhari). Allah tersenyum, bukan Allah itu seperti
manusia bisa tersenyum tapi maksudnya Allah sangat sayang dan sangat
gembira. Dengan perbuatan itu Allah sangat terharu, bukan terharu karena
tamunya saja tapi juga karena shohibul bait berucap. “akrimiy dhaifa
Rasulillah” muliakan tamu Rasulullah. Ini yang membuat Allah terharu, untuk
tamunya Rasulullah rela anaknya tidak makan, tidur semalaman dalam keadaan
lapar untuk memuliakan tamunya Rasulullah saw.

Kita mengenal satu sosok manusia yang sangat dicintai oleh Rasulullah saw,
manusia yang paling disayang Rasulullah. Siapa? Sayyidatuna Fatimah Azzahra
radiyallahu anha. Ini haditsnya baru kita baca. “Fatimah badh’atun minniy..”
Putriku Fatimah itu belahan dari tubuhku. Tapi Imam Ibn Hajar didalam Fathul
Baari lebih menekankan kepada belahan jiwaku. Maksudnya yang paling
kucintai. “..aghdhabaniy man aghdhabaha” siapapun yang membuatnya marah akan
membuatku marah. Kalimatnya sangat singkat, tapi kalau kita perdalam
maknanya Rasulullah itu tidak pernah marah untuk dirinya. Rasulullah itu
marah hanya karena Allah saja semata. Kalau sudah urusan haknya Allah, baru
Rasul saw marah. Berarti orang yang menyinggung perasaan Sayyidatuna Fatimah
Azzahra berurusan dengan kemurkaan Allah. “..faman aghdhabaha aghdhabaniy”
yang membuatnya marah akan membuatku marah. Ini adalah satu isyarat daripada
hadits Nabi saw, betapa cinta Allah kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra,
sehingga Rasul murka dengan orang yang membuat Sayyidatuna Fatimah Azzahra
marah.

Putri Rasulillah. Ketika Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw mengirimkan
istrinya yaitu Sayyidatuna Fatimah Azzahra, karena tidak tega melihat
Sayyidatuna Fatimah tangannya ini luka – luka karena menumbuk padi sendiri,
menumbuk gandum sendiri untuk makanan anak – anaknya Sayyidina Hasan dan
Sayyidina Husein. Tangan yang demikian lembut mulai tergores – gores dan
berdarah. Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak tega, kalau begitu coba minta
pada Rasulullah khadim. “Banyak koq yang mau berkhadim kepada kita”, kata
Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Sayyidatuna Fatimah datang kepada Rasul saw.
Rasulullah berdiri, disini dalil. Diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah
Shahih Bukhari oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalani bahwa Rasul itu berdiri untuk
menyambut Sayyidatuna Fatimah Azzahra, teriwayatkan dalam banyak hadits
shahih. Ini dalil berdirinya kita untuk orang yang kita cintai. Rasulullah
datang, Sayyidatuna Fatimah berdiri.

Zaman sekarang orang bilang kalau berdiri maulid Nabi adalah syirik. Kita
berdiri untuk orang yang paling dicintai Allah yaitu Sayyidina Muhammad Saw.
Terlihat tidak terlihat, datang tidak datang, aku berdiri untuk menghormati
Nabi Muhammad Rasulullah saw.

Kita stop dulu cerita Sayyidatuna Fatimah. Kita bicara lagi dalil berdiri
saat mahallul qiyam. Dari para Imatunal Akramin berikhtilaf tentang bolehnya
berdiri, tetapi Hujjatul Islam Al Imam Nawawi mengatakan bahwa pendapat yang
paling shahih dan paling tsigah adalah layaknya berdiri untuk menghormati
ulama atau orang yang dicintai. Tapi ulama mengatakan makruh, sebagian
mengatakan haram berdiri untuk penguasa yang jahat. Penguasa yang dhalim,
jangan berdiri menghormatinya, itu kata Al Imam Nawawi. Sebagian mengatakan
makruh, sebagian mengatakan haram. Tapi berdiri untuk para ulama adalah
amrun mustahab (hal yang baik/disukai), berdiri untuk tamu adalah amrun
mustahab (hal yang baik/disukai). Menghargai tamu, Rasulullah juga berdiri
menghargai tamu. Keluar dari semua ikhtilaf ini, kita berdiri bukan untuk
apa – apa, tapi saat mahallul qiyam karena gembira menyambut kelahiran Nabi
Muhammad saw, tidak terikat Rasulullahnya ada atau tidak ada. Demikian
hadirin – hadirat.

Yang mengawalinya siapa? Imam Taajusubkiy alaihi rahmatullah, seorang
muhaddits dan seorang Hujjatul Islam. Hujjatul Islam itu adalah orang hafal
lebih dari 300.000 hadits. Murid – muridnya adalah para huffadh dan beliau
seorang muhaddits besar, dan dikenal di banyak wilayah. Satu – waktu beliau
mengumpulkan murid – muridnya, para Al Hafidz. Murid – muridnya hafal lebih
dari 100.000 hadits, murid – muridnya kumpul. Para ulama lain yang sejajar
dengan beliau juga hadir. Satu orang baca qasidah (pujian kepada Rasul saw),
tiba – tiba Imam Tajusubkiy memegang tongkatnya dan berdiri. Beliau berdiri,
berdiri seluruh hadirin, maka mereka merasakan 1 sakinah, 1 ketenangan dan 1
kekhusyu’an yang sangat dahsyat. Airmata mereka mengalir merindukan Nabi
Muhammad Saw. Jadi saat sedang baca qasidah, tiba – tiba Imam Tajusuki
memegang tongkatnya dan berdiri tanpa sebab, yang lain ikut berdiri, maka
disaat itu mereka merasakan 1 keanehan dan 1 ketenangan dan 1 rindu yang
sangat dahsyat kepada Nabi Muhammad Saw. Jadi yang pertama kali berbuat
mahallul qiyam disaat shalawat adalah Imam Tajusubki. Yang mana beliau itu
diakui sebagai muhaddits dan sebagai Hujjatul Islam yang sederajat dengan
Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar dan Imam – Imam lainnya.

Kita lanjutkan, Sayyidatuna Fatimah meminta khadim (pembantu) kepada
Ayahnya. Ayahnya berkata “ya Fatimah, kuajarkan kau bacaan dan itu lebih
baik daripada pembantu”, Sayyidatuna Fatimah berkata “koq bacaan wahai
Ayah?”, Rasul berkata “sebelum kau tidur baca Subhanallah 33X, Alhamdulillah
33X, Allahu Akbar 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa
syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa a’laa kulli
syaiin qadir, lalu tidurlah. Kau bangun pasti akan lebih segar tubuhmu”
(Shahih Bukhari), Sekilas kita mengatakan bahwa ini adalah perbuatan yang
sedikit kejam. Orang minta pembantu malah diberi dzikir, tetapi hadirin ini
mujarab. Kalian pulang dari sini boleh coba, tubuh yang sedang lelah dan
lesu, coba sebelum tidur membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar,
masing – masing 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa
syarikalah.., lalu tidur dan lihat bangunmu tidak sama dengan bangun yang
tanpa dzikir. Ada 1 kenasaban, ada rahasia kekuatan Illahiyah masuk kedalam
sel – sel tubuhmu. Demikian Sang Nabi saw mengajari untuk Sayyidatuna
Fatimah Azzahra. Wasiat beliau saw kepada putrinya dan Rasul saw tidak
memberikan khadim (pembantu). Kejam sekali Rasul yang mempunyai banyak
khadim. Sahabat diberi khadim 5, yang ini dikasih khadim 10. Sementara
putrinya tidak diberi khadim. Kenapa? karena makanan yang dibuat dengan
tangan ibunya sendiri lebih berkah daripada makanan yang dibuat tangan
pembantu. Kalau anak makanannya dari tangan ibunya jauh lebih berhak dan
lebih berkah daripada anak yang diberi makan dari tangan pembantunya. Dari
kasih sayangnya, dari dzikirnya, apalagi Sang Ibu ini Sayyidatuna Fatimah
Azzahra radiyallahu anha. Rasul tidak mau makanan Sayyidina Hasan wal Husein
dicampuri tangan pembantu. Cukup tangan ibunya Sayyidatuna Fatimah Azzahra
karena Rasulullah tahu dari keturunan Sayyidina Hasan wal Husein akan muncul
puluhan ribu wali Allah yang akan mengislamkan Barat dan Timur. Ibunda dari
semua Habaib yang ada di permukaan bumi. Maka Rasul tidak mau ada tangan
pembantu ikut makan daripada makanan Sayyidina Hasan wal Husein radiyallahu
anhum. Demikian hadirin – hadirat, indahnya tarbiyah Sang Nabi saw.

Sebisa mungkin ini kaum wanita dari hal ini, kalau anak masih bayi, masih 2,
3, 4 tahun, masih disuapi maka semampunya berikan makanan dari tanganmu.
Jangan dari tangan pembantu. Kalau sudah mulai diatas 5 – 6 tahun, sudah
tumbuh tulangnya silahkan saja barangkali. Kalau masih kecil, jangan, selalu
dari tanganmu sambil dzikir, sambil baca yassin, sambil baca shalawat
Allahumma Sholli Ala Muhammad Sholli Wa Sallim Alaihi, terus latih anakmu
itu dengan cahaya dan cahaya dzikir. Akan kau lihat bagaimana dahsyatnya
nanti.

Dibuktikan oleh para ilmuwan kita, ketika wanita itu hamil baik
diperdengakan itu dirahimnya (diperutnya) itu musik – musik klasik, musik
yang tenang karena itu membantu daripada proses pertumbuhan otak bayi
didalam rahim. Musik atau suara yang tenang itu membuat perkembangan otaknya
lebih baik. Pantaslah kalau para salaf kita mengajarkan agar membaca surat
maryam bagi yang perempuan dan bagi laki – laki membaca surat yusuf.
Tentunya 1000X musik klasik, tidak akan menyamai Kalamullah Swt.
Perdengarkan pada rahim ibunya, wanita – wanita yang hamil, suami – suami
yang istrinya sedang hamil, ingat! Istrinya agar mengamalkan surat – surat
dalam Alqur’anulkarim, tidak mesti surat maryam dan tidak mesti surat yusuf.
Saran saya adalah surat Muhammad Saw saja, itu yang paling sempurna kalau
anaknya laki – laki. Kalau perempuan ya kalau sudah kena cahaya kemuliaan
dari Rahmatan lil Alamin, berkah dunia dan akhirat. Insya Allah.

Hadirin – hadirat, Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw adalah orang yang
barangkali jarang disebut didalam riwayat hadits Shahih. Padahal didalam
Shahih Bukhari riwayat tentang Sayyidina Ali bin Abi Tholib lebih banyak
daripada riwayat tentang Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum.
Yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq jauh lebih sedikit
dibanding dengan yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib.
Diriwayatkan Rasul saw bersabda “ya Ali .. bi manzilat bi manzilati Harun
mim Musa..” wahai Ali apakah kau ini ridho, gembira karena posisimu itu
posisinya Nabi Harun disisi Nabi Musa” (Shahih Bukhari) Maksudnya sangat
dekat dengan Rasul saw bukan sama – sama Nabi, tapi sangat dekat dengan
Rasulullah saw. Hadits seperti ini pernah diucapkan kepada Sayyidina Abu
Bakar Ashshiddiq dengan kalimat yang berbeda. Rasul berkata kalau aku ini
boleh mengambil seorang kekasih, maka aku akan mengambil Abu Bakar
Ashshiddiq radiyallahu anhum sebagai kekasih.(Shahih Bukhari) Tapi karena
aku tidak diizinkan punya kekasih kecuali Allah Jalla Wa Alla.

Jadi banyaknya hadits tentang kemuliaan Sayyidina Ali bn Abi Tholib,
Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab dan Sayyidina
Utsman bin Affan maka dikelompoklah yang disebut dengan Khulafaurrasyidin
dalam 1 kelompok dan tidak tahu mana yang paling mulia. Yang 1 lebih cinta
pada yang ini, yang lebih lebih cinta pada yang ini, silahkan saja. Tapi
keempatnya memiliki kemuliaan yang agung. Dan Sayyidina Ali bin Abi Tholib
yang paling tidak menyukai ikhtilaf. Beliau paling benci ikhtilaf.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika terjadi ikhtilaf didalam
khalifahnya bersama Muawiyah, berkata Sayyidina Ali bin Abi Tholib “silahkan
putuskan saja oleh kalian bagaimana maunya, kalian silahkan musyawarahkan
bagaimanapun caranya sungguh aku benci perpecahan, aku akan perjuangkan
Islam dalam 1 kelompok atau aku akan mati demi membela persatuan dan wafat
seperti sahabatku yang terdahulu yaitu Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar
dan Sayyidina Utsman radiyallahu anhu ajmain”. Demikian wasiat Sayyidina Ali
bin ABi Tholib kw.

Dan tentunya Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum yang muncul di
masa sekarang dipertentangkan bahwa Sayyidina Abu Bakar ini berbuat hal yang
menyakiti Sayyidatuna Fatimah Azzahra lantas dikaitkan dengan hadits ini
“..man aghdabaha aghdhabaniy” bahwa Sayyidina Abu Bakar pernah menyakiti
hati Sayyidatuna Fatimah Azzahra, putri Rasulullah sedang Rasulullah telah
bersabda “barangsiapa yang membuat Fatimah marah maka akan membuatku marah”.
Sungguh ketika hadits ini diperdengarkan kepada Sayyidina Abu Bakar
Ashshiddiq, maka Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq datang kepada Sayyidatuna
Fatimah Azzahra meminta ridho dan restu. Demikian didalam Fathul Baari
bisyarah Shahih Bukhari. Datanglah Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq kerumah
Sayyidina Ali bin Abi Tholib “aku ini menjalankan apa – apa yang
diperintahkan Rasul saw bahwa Ahlul Bait tidak menerima shadaqah. Namun
Sayyidatuna Fatimah Azzahra tidak menerima warisan bahwa Ahlul Bait Rasul
tidak mewarisi, aku hanya pegang ucapan Rasul, tapi kalau itu sampai
menyakiti hati putri Rasul, aku mau minta maaf”. Maka diizinkanlah masuk
berjumpa Sayyidatuna Fatimah. Berkata Imam Ibn Hajar “tidak keluar Sayyidina
Abu Bakar Ashshiddiq dari rumah itu sebelum diridhai dan dimaafkan oleh
Sayyidatuna Fatimah Azzahra”.

Imam Ibn Hajar Al Asqalani dan Hujjatul Islam Al Imam Nawawi alaihi
rahmatullah mengatakan kalau seandainya tanah waris itu ada untuk ahlulbait
Rasul saw, niscaya Saayidina Ali bin Abi Tholib akan mengeluarkannya. Zaman
Sayyidina Abu Bakar tidak diberi, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, sudah 3
khalifah. Dan disaat Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak dikeluarkan juga!!
Itu tanah fadak. Kalau itu seandainya alhaq, Sayyidina Ali bin Abi Tholib
akan mengeluarkannya. Berarti Sayyidina Ali bin Abi Tholib salah, berarti
semua Khulafaurrasyidin salah. Ini hadirin, barangkali dari sebagian hadirin
tidak memahami pembahasan ini dan pembahasan ini penting. Karena mulai
semakin marak orang – orang yang mencaci para sahabat Rasul saw. Mencaci
Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman yang mengatakan mereka
itu musuh – musuh ahlulbait. Salah besar, kenapa? karena mereka berempat ini
adalah keluarga Rasul. Sayyidina Abu Bakar ini adalah mertuanya Rasulullah
saw, Sayyidina Umar mertua Rasulullah saw, Sayyidina Utsman menantu
Rasulullah saw, Sayyidina Ali menantu Rasulullah saw, mereka ini semua
keluarganya Rasulullah saw. Mereka yang mencaci dan mengatakan ada kesalahan
pada hal ini berarti mengatakan rumah tangga Rasulullah saw kacau balau.
Mustahil!!

Hadirin, ini yang perlu saya perjelas tentunya kita lanjutkan lagi betapa
indahnya Sayyidina Hasan bin Ali kw ketika akan wafat Sayyidina Hasan
berkata dalam sakaratul maut, lihat jiwa yang ditarbiyah dengan tarbiyah
akhlak Nabi Muhammad saw. Sayyidina Hasan bin Ali berkata “laqad aroftu man
sammaniy wa laqad samahtuh” aku tahu siapa yang meracuni aku tapi aku sudah
maafkan. Subhanallah!! Sayyidina Hasan bin Ali radiyallahu anhum. Mereka
orang yang khusyu’, mereka orang – orang yang banyak bermunajat. Putra
Sayyidina Husein bin Ali, dialah Sayyidina Ali Zainal Abidin yang dikenal
sebagai Assajjad (orang yang paling banyak bersujud). Gelar yang tidak
pernah ada orang lain selain beliau. Kenapa? karena sujudnya sebanyak 1000X
setiap malamnya. Beliau itu shalat malamnya 500 rakaat tiap malam, shalatnya
500 rakaat berarti 1000X kali sujud. Sujud kepada Allah. Kita tidak mampu,
namun paling tidak kita renungkan saja. Indahnya seperti apa orang yang
sujudnya 1000X kepada Allah. Betapa cintanya Allah kepada orang itu, betap
ia menikmati asyiknya gerak – gerik sujudnya 1000X setiap malamnya kehadirat
Allah, betapa indahnya kelak istananya di yaumal qiyamah. Hadirin – hadirat,
Imam Ali Zainal Abidin Assajjad ketika wafat terlihat bekas kuli di kedua
pundaknya keras, bagian tubuhnya ini kasar seperti kuli. Kalau kuli itu kan
sering mengangkat berat, terlihat kulitnya itu kasar. Itu kejadian orang
bertanya – Tanya, kenapa ini? sering membawa berat tidak pernah terlihat?
beberapa hari kemudian baru diketahui bahwa banyak orang – orang miskin
datang. Darimana? kami biasanya tiap malam ada yang mengirimi makanan, ada
yang mengirimi sekarung beras, ada yang mengirimi sekarung gandum, tapi
sekarang tidak lagi setelah wafatnya Sayyidina Ali Zainal Abidin Assajjad.
Orang tidur, beliau selesai dari ibadahnya, mulai bagi – bagi kepada fuqara
tanpa ada yang tahu, diletakkan didepan rumahnya fulan sampai berbekas
dikedua pundaknya akrena mengangkat beban yang berat. Indahnya orang – orang
seperti ini.

Hadirin – hadirat, beliau bermunajat ketika akhir malam “abduka bi finaa’ik,
miskiinuka bi finaaik, faqiiruka bi finaaik, saailuka bi finaaik” wahai
Allah hamba-Mu dihadapan-Mu, wahai Allah orang yang miskin, hamba-Mu yang
miskin dihadapan-Mu, hamba-Mu yang fakir dihadapan-Mu, si pengemis
dihadapan-Mu. Siapa yang berdoa? yang sujud tiap malam sebanyak 1000X, yang
bershadaqah kepada fuqara tanpa diketahui orang lain. Ia berkata “abduka bi
finaa’ik, miskiinuka bi finaaik, faqiiruka bi finaaik, saailuka bi finaaik”.

Inilah malam – malam munajat, inilah malam – malam doa, ini malam – malam
harapan kepada Allah. Bagaimana keadaan putranya Sayyidina Ali Zainal Abidin
yaitu Imam Muhammad Al Bagir bin Ali Zainal Abidin Assajjad yang ketika ia
adalah orang ynag paling taat dan sangat taat kepada Allah, wajahnya
bercahaya terang – benderang seakan – akan orang melihat kembali cahayanya
Rasul saw terbit di wajahnya Al Imam Muhammad Al Bagir. Dan beliau di malam
harinya selalu berdoa “amartaniy falam a’tamir, wa nahaytaniy falam anzajir,
haa ana abduka bayna yadayk, mudznibun mukhthi’un, falaa a’tadzir” inilah
aku Muhammad Al Bagir, Kau banyak beri aku perintah padaku tapi banyak yang
tidak mampu kulakukan, banyak Kau melarang hal – hal yang Kau larang wahai
Allah, tapi ada juga yang tidak mampu aku lakukan, masih juga kulakukan
larangan-Mu, masih ada perintah-Mu kepadaku yang masih belum kulakukan,
masih banyak larangan-Mu yang Kau beri larangan tapi aku masih aku lakukan.
Ia berkata “haa ana abduka mudznibun mukhti’un falaa a’tadzir” inilah aku
hamba-Mu penuh dosa, penuh salah dan aku tidak membela diri atas dosa –
dosaku. Maksudnya membela diri apa? maksudnya aku berdosa karena sedang
sakit, aku berdosa karena sedang tidak sengaja..tidak..tidak, memang aku
pendosa. Demikian juga hadirin dengan jiwa Imam Ja’far Ashshodiq bin
Muhammad Al Bagir (putra Imam Muhammad Al Bagir).

“Haa ana abduka mudznibun mukhti’un falaa a’tadzir”. Inilah Imam Muhammad Al
Bagir, hamba penuh dosa, hamba penuh kesalahan, hamba yang ketika diberi
perintah masih juga banyakyang tidak dilakukan, yang jika diberi larangan
masih juga ada yang dilanggar. Padahal beliau orang yang hampir tidak pernah
berbuat hal yang mubah, perbuatannya selalu didalam hal yang sunnah dan
didalam hal yang fardhu, tidak pernah berbuat hal yang makruh apalagi yang
haram. Demikian jiwa yang sangat rendah diri dihadapan Yang Maha Luhur.
Demikian dengan putranya Al Imam Ja’far Ashshodiq bin Muhammad Al Bagir bin
Ali Zainal Abidin bin Husein binty Rasulillah saw. Bagaimana dengan Imam
Ja’far? Imam Ja’far kalau berdoa memanggil Nama Allah tidakmau berhenti. Ia
kalau berkata “ya Rabb..ya Rabb..ya Rabb” terus beliau lampiaskan doanya,
rindunya, tangisnya, isi perasaannya di setiap memanggil Nama Allah. Beliau
berkata “ya Allah..ya Allah..ya Allah” terus sampai habisb nafasnya. Kalau
sudah habis nafasnya kemudian ganti dengan Asma Allah yang lainnya. Demikian
keadaan Imam Ja’far, demikian keadaan Imam Muhammad Al Bagir, demikian
keadaan Imam Ali Zainal Abidin, demikian dalam kitab Al Ghurar yang ditulis
oleh Al Hafidz Al Imam Muhammad bin Alwi Al..

Hadirin, kita akhiri majelis ini dengan doa dan munajat. Rabbiy permukaan
bumi telah dipenuhi jiwa – jiwa yang dipenuhi dengan doa dan munajat. Sejuk
jiwa mereka siang malam dengan dzikir, sejuk hari – hari mereka dengan
Rahmat-Mu maka limpahkan pada kami pula Ya Rahman Ya Rahim. Setetes dua
tetes daripada kerinduan kepada-Mu, setetes dua tetes dari indahnya sujud
kepada-Mu di malam hari, undang kami untuk berduaan dengan-Mu dalam ruku’
dan sujud di malam hari, Ya Rahman Ya Rahim jangan Kau jadikan kami orang
yang masih meninggalkan shalat, barangkali diantara hadiirn masih ada yang
belum melakukan shalat 5 waktu, taubatlah malam ini, janjikan kepada Allah
bahwa kau tidak mengulanginya lagi untuk meninggalkan shalat 5 waktu. Jika
masih ada dosa – dosa yang kau lakukan, berdoalah kepada Allah,
minta..minta..minta..agar Allah beri kekuatan agar kau terhindar dari semua
dosa. Yang dengan itu akan datang segala anugerah. Sungguh Nabi saw telah
bersabda “banyaknya manusia terhalang dari rizki karena dosa –dosanya,kalau
saja ia bertaubat dalam sekejap limpahan Rahmat Allahi tu tumpah kepadanya.
Pernah terjadi seorang yang selalu berdoa untuk terangkatnya musibah, tidak
terangkat – angkat musibahnya sampai 15 tahun ia berdoa tidak pernah
dikabulkan 1 doanya itu, lantas ia diajari oleh salah seorang guru berkata
“coba kau taubat, habis taubat kau berdoa”. “Aku taubat ya Rabb, tapi aku
tahu mungkin besok aku akan berbuat dosa lagi. Dan saat ini aku taubat, hari
esok aku serahkan kepada-Mu, mungkin aku berbuat lagi mungkin tidak, beri
aku kekuatan supaya tidak lagi berbuat dosa”. Dengan doanya ini dalam
sekejap Allah kabulkan doanya yang 15 tahun tidak pernah dikabulkan oleh
Allah. Dengan kemuliaan taubat“innahu kaana tawwabaa” sungguh Allah itu
mencintai orang yang bertaubat. QS. An Nashr : 3. Masihkah kau tolak lamaran
cinta Allah, masihkan kau tolak cinta Allah yang abadi yang akan membuatmu
mulia di dunia dan akhirat. Hadirin – hadirat, terimalah istana – istana
mewah dan abadi di surga, terimalah kebahagiaan dan ketenangan di dunia.
Telah diajarkan oleh Allah “aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah
waqina adzabannar” kebahaagiaan dunia, kebahagiaan akhirat, jauh dari
neraka. Siapa yang bisa memberinya? Allah..Allah..Allah..Serulah Nama
Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya
Allah..Ya Allah..

fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar..Ya Allah Ya
Allah Ya Allah bebas dari segala hutang, bebas dari segala musibah, bebas
dari segala kesedihan. Ya Allah Ya Allah Ya Allah.. Laillahailallah
Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah
Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, kalau seandainya ada ajakan demo,
telah tegas perintah dari Guru Mulia kita untuk tidak terjun dan
demonstrasi. Kita cukup berjuang dengan doa dan dengan usaha dan kita sudah
berusaha untuk mengajukan pada calon – calon presiden yang akan naik untuk
membubarkan Ahmadiyah dan sudah diterima. Jadi kita tidak berjuang dengan
cara kekerasan dan demo. Kita berjuang dengan cara yang baik, menyarankan
dan mengajukan para calon wapres dan capres yang akan naik untuk lebih
Islami. Bukan Ahmadiyah saja, tapi menutup aurat dan jangan ada foto – foto
porno di jalanan. Itu yang sedang kita perjuangkan, doakan ini semua sukses.
Dan kita sudah sampaikan kepada mereka bahwa Majelis Rasulullah Saw akan
mendukung pemimpin yang mendukung Jakarta sebagai kota Sayyidina Muhammad
Saw. Diatur nanti masing – masing Gubernur di wilayahnya membuka cabang –
cabang majelis maulid Nabi, membuka cabang – cabang majelis shalawat. Karena
ini shalawat dan dzikir membawa kedamaian bangsa, bukan untuk satu agama
tapi untuk seluruh agama. Damai kalau sudah Islamnya damai. Demikian hadirin
– hadirat yang dimuliakan Allah.

Dan pengumuman yang selanjutnya, sering barangkali saya mohon maaf hadirin
berkali – kali saya absen dari hadir dalam undangan – undangan. Ini
menyangkut penyakit (cobaan dari Allah Swt). Ini hanya untuk mengangkat
derajat saya tapi kesembuhannya adalah semangat kalian. Semakin kalian
bersemangat, saya semakin sembuh. Demikian Insya Allah. Pengobatan saya
sudah dilanjutkan ke Singapura karena disini dokternya sudah minta satu
syarat “Habib kalau mau ditangani oleh saya, harus istirahat 1 bulan penuh”.
Saya katakan “tidak, kalau saya harus libur 1 bulan penuh”. Saya berangkat
ke Singapura, disana diberi pengobatan yang cukup memberatkan kita
pendanaannya, akan tetapi tidak harus sampai 1 bulan. Bisa bolak – balik,
tapi ada beberapa majelis yang terkorbankan, untuk majelis yang tidak saya
hadiri, saya mohon maaf dan mohon ridho, mohon restu dan mohon sampaikan
pada panitia demi Allah saya benar – benar mohon maaf. Dan untuk majelis
–majelis di waktu mendatang, seandainya ada yang tidak saya hadiri, saya
akan hadir dengan kursi roda kalau mampu, tapi kalau lebih dari itu tolong
jangan paksakan saya. Itu yang saya mohon dari hadirin – hadirat.

Saya dan para habaib yang lain sama saja, kalau seandainya habaib lain
diundang, kiai lain diundang tidak hadir, koq kecewanya tenang – tenang
saja. Tapi kalau saya tidak, bahkan sampai mau demo segala kalau saya tidak
hadir karena amarahnya kalau saya tidak hadir. Tapi insya Allah saya kan
berusaha penuh, tidak mengecewakan setiap undangan kalian. Insya Allah dan
yang hadir dengan doa – doa kalian. Jamaah duren sawit besok malam maaf
sudah ditunda 2X, malam Rabu yang lalu ditunda, malam Rabu ditunda lagi,
besok malam saya akan hadir, saya janji, tidak perlu risau lagi, saya akan
hadir. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah
melimpahkan Rahmat bagi kita dan kita akhiri majelis ini dengan doa bersama
meminta kepada Allah pemimpin yang baik, pemimpin yang membawa kedamaian.
Dan ingatlah kalian Majelis Rasulullah Saw memperjuangkan kedamaian dari
mulai rakyat terbawah sampai rakyat tertinggi. Demikian hadirin – hadirat.
Tafadhol Masykura..

Dua pengumuman lagi, yang pertama kegembiraan kita, kepastian kunjungan Guru
Mulia kita Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz pada tanggal 13
April 2009. Beliau akan tiba di Jakarta untuk multaqa (pertemuan) ulama
selama hampir 2 minggu. Dan beliau datang ke Jakarta 1 hari saja langsung ke
wilayah ada 6 propinsi. Jadi tidak ada acara di Jakarta kecuali acara
penutupan tanggal 26 April 2009,beliau akan majelis bersama kita di Masjid
Istiqlal. Insya Allah kunjungan beliau tidak ada halangan. Kita kembali
dalam Tabligh Akbar bersama Guru Mulia kita Al Hafidz Al Musnid Al Habib
Umar bin Hafidz. Amin Allahumma Amin semoga Allah singkirkan segala hambatan
dan Allah berikan kemudahan. Semoga Allah Swt jadikan acara ini sukses
dengan doa bagi bangsa kita mengawali kemakmuran bagi bangsa kita. Amin
Allahumma Amin semoga Guru Mulia kita juga diberi kesehatan wal afiah dan
diberi kemuliaan untuk bisa selalu hadir. Ini menunjukkan isyarat bahwa
Indonesia sudah berada di gerbang kemakmuran, gerbang daripada pembenahan
bagi muslimin – muslimat terbesar di muka bumi. Beliau sampai tahun ini
dating 3X ke Indonesia. Bulan kemarin bulan Februari,bulan ini dan bulan
Desember untuk membenahi bumi Indonesia ini. Semoga semakin terbenahi dengan
kedamaian..

Yang kedua, saya mohon maaf hadirin. Malam ini keluar saya dari majelis ini
kalau bisa jangan ada yang bersalaman bukan karena saya tidak suka di
salami. Sungguh hati saya hancur kalau ada tangan yang terulur pada saya
tidak sempat saya sentuh, hati saya terenyuh dan tercabik. Saya tidak mau
mengecewakan satu tangan pun yang terulur kepada saya, tapi kondisi saya di
malam in tampaknya drop sekali dan saya harus buru – buru tiba sampai
drumah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya sangat mencintai
kalian. Seandainya kalian berkata “Habib saya tidak mau hadir kecuali saya
menginjak kepada Habib dulu” maka saya berikan kepala saya ini untuk kalian
injak demi kalian mau hadir ke majelis malam ini. Tapi malam hari ini saya
mohon diberikan keringanan hadirin kepada saya, kita bersatu di dunia dan
akhirat dan berkumpul bersama Nabiyyuna Muhammad Saw. Karena tangan saya
penuh tusukan jarum jadi agak sedikit terganggu seandainya disalami oleh
hadirin. .

Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: